Keterangan Gambar : MAC LMP Balikpapan Barat menyatakan akan melihat hasil pertemuan tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya.
bidiktimes.com, Balikpapan, – Markas Anak Cabang (MAC) Laskar Merah Putih (LMP) Kecamatan Balikpapan Barat menyatakan siap mengerahkan massa dua kali lipat lebih banyak apabila pertemuan lanjutan dengan manajemen PT Wahana Prima Sejati (WPS) pada Senin (3/11/2026) tidak menghasilkan penyelesaian konkret atas tuntutan yang telah disampaikan.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang sebelumnya digelar di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Rabu (28/10/2026). Dalam aksi itu, massa LMP Balikpapan Barat menyuarakan tuntutan terhadap PT WPS dan meminta perusahaan bertanggung jawab atas persoalan yang menjadi keberatan organisasi tersebut.
Pertemuan antara perwakilan manajemen perusahaan dan MAC LMP Balikpapan Barat yang dimediasi DPRD Kota Balikpapan menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh tuntutan massa akan dibahas dan diakomodasi oleh pimpinan perusahaan secara langsung pada pertemuan berikutnya.
Namun, pihak MAC LMP Balikpapan Barat menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus dibuktikan melalui langkah nyata, bukan sekadar pernyataan atau janji yang kembali tidak terealisasi.
Ketua MAC LMP Balikpapan Barat, H. Slamet Aco, mengatakan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada manajemen PT WPS untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur pertemuan. Akan tetapi, apabila situasi mengharuskan adanya aksi lanjutan, organisasinya siap mengerahkan anggota dalam jumlah yang lebih besar.
“Kalau dalam pertemuan Senin mendatang memang diperlukan aksi besar, kami akan menurunkan massa dengan jumlah yang lebih banyak,” tegas Slamet Aco, usai mediasi, Rabu (28/10/26)
Menurut Slamet, sikap tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai selama ini pihaknya telah berupaya menjalin hubungan baik dengan manajemen perusahaan. Namun, menurut dia, upaya tersebut belum menghasilkan tindak lanjut konkret sebagaimana yang diharapkan.
Ia mengaku kecewa karena komunikasi yang selama ini dibangun dinilai lebih banyak berujung pada janji, tanpa kepastian penyelesaian yang jelas.
Bagi MAC LMP Balikpapan Barat, pertemuan mendatang menjadi momentum penting untuk menguji keseriusan perusahaan dalam merespons aspirasi organisasi. Karena itu, mereka meminta agar pimpinan PT WPS hadir langsung dan memberikan penjelasan yang tegas mengenai langkah penyelesaian terhadap tuntutan yang telah disampaikan.
Slamet Aco juga menyoroti persoalan kemitraan yang selama ini, menurut pengakuannya, kerap disampaikan dalam komunikasi dengan pihak perusahaan.
Ia menegaskan bahwa organisasinya tidak lagi ingin menerima pernyataan mengenai rencana menjadikan LMP sebagai mitra perusahaan apabila tidak disertai kejelasan bentuk kerja sama, mekanisme pelaksanaan, serta realisasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak mau lagi mendengar adanya janji akan dijadikan mitra atau apa. Selama ini sudah cukup mereka mencatut nama organisasi di perusahaan sebagai mitra. Kali ini kami gugat, biar perusahaan tahu diri kalau kami punya massa,” ujar Slamet.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dipermasalahkan MAC LMP Balikpapan Barat tidak hanya berkaitan dengan hasil pertemuan, tetapi juga menyangkut kejelasan hubungan dan komitmen kemitraan antara organisasi dengan perusahaan.
Meski demikian, klaim mengenai penggunaan nama organisasi sebagai mitra tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak MAC LMP Balikpapan Barat. Penjelasan resmi dari manajemen PT WPS mengenai persoalan tersebut masih diperlukan agar duduk perkara dapat diketahui secara utuh.
Pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada Senin (3/11/2026) diharapkan menjadi ruang penyelesaian yang lebih konkret bagi kedua belah pihak. Kehadiran pimpinan perusahaan dinilai penting untuk memastikan setiap tuntutan mendapatkan tanggapan dan kejelasan tindak lanjut.
MAC LMP Balikpapan Barat menyatakan akan melihat hasil pertemuan tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya. Apabila perusahaan mampu memberikan jawaban yang jelas dan menunjukkan komitmen penyelesaian, diharapkan persoalan dapat ditangani melalui dialog.
Sebaliknya, apabila kembali tidak ditemukan kepastian, Slamet Aco menyatakan pihaknya siap mempertimbangkan pengerahan massa yang lebih besar sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Di sisi lain, penyelesaian melalui dialog tetap menjadi pilihan yang diharapkan dapat mencegah persoalan berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Karena itu, komitmen yang disampaikan dalam mediasi DPRD perlu ditindaklanjuti secara transparan dan terukur.
Publik juga menantikan penjelasan dari manajemen PT WPS mengenai tuntutan yang diajukan MAC LMP Balikpapan Barat, termasuk persoalan kemitraan yang dipersoalkan oleh organisasi tersebut.
Dengan demikian, pertemuan Senin mendatang bukan sekadar agenda lanjutan pascaunjuk rasa, melainkan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk memperjelas persoalan, menyampaikan posisi masing-masing, serta mencari penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan.(mn)
Tulis Komentar