bidiktimes.com, BALIKPAPAN – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terlihat di wilayah RT 49, 50, 51, 52, dan 54, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Rabu (21/10/2026). Sejak pukul 08.45 WITA, warga bersama para ketua RT menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.

Penilaian tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menunjukkan berbagai upaya dan inovasi dalam menjaga kebersihan, penghijauan, serta kesehatan lingkungan. Lebih dari sekadar mengikuti perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mendorong kesadaran warga agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Baru Ilir, Junaidi, perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, anggota Linmas, penggerak PKK, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para ketua RT di wilayah setempat.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam lomba CGH tidak semata-mata berorientasi pada perolehan piala atau penghargaan. Menurutnya, hal terpenting dari program tersebut adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara konsisten.
“Bagi kami, CGH ini bukan sekadar ajang lomba untuk meraih penghargaan. Yang kami harapkan, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan. Ini adalah momen penting untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, hijau, dan sehat,” ujar Junaidi dalam sambutannya.
Ia berharap, keterlibatan warga dalam program tersebut dapat memperkuat kebiasaan positif di lingkungan tempat tinggal, sehingga upaya menjaga kebersihan dan kesehatan tidak hanya dilakukan saat menghadapi penilaian, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pandangan serupa disampaikan Syahril, S.Pd., M.M., perwakilan Forum Kota Sehat (Forkohat) yang turut bertindak sebagai tim penilai. Ia menjelaskan bahwa program CGH pada dasarnya mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemeliharaan kesehatan lingkungan.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik, mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya hingga memanfaatkan limbah agar memiliki nilai guna.
Sementara itu, Sabran, salah satu ketua RT yang tergabung dalam kelompok warga Kaliandra, mengapresiasi keberlanjutan program CGH. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi warga untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan bersama.
“Kami sangat berterima kasih. Melalui kegiatan ini, kami bisa mengajak masyarakat mengubah pola hidup mulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya. Harapan kami, pembinaan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya nyata bagi warga,” ungkap Sabran.
Dalam rangkaian penilaian, tim juri diajak meninjau langsung sejumlah titik lingkungan di wilayah RT 49, 50, 51, 52, dan 54 yang tergabung dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kelompok Kaliandra, singkatan dari Kampung Baru Ilir Mandiri Indah dan Sejahtera.
Di lokasi tersebut, tim penilai melihat berbagai inovasi yang dilakukan warga dalam mendukung terciptanya lingkungan bersih, hijau, dan sehat. Inovasi yang ditampilkan meliputi pemanfaatan dan daur ulang limbah, pembuatan lubang resapan biopori, serta penggunaan komposter rumah tangga untuk mengolah sampah organik.
Selain itu, warga juga memamerkan berbagai produk hasil olahan masyarakat. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan potensi warga dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Berbagai kegiatan dan inovasi tersebut menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung program CGH melalui kerja sama antarwarga dan pengurus RT.
Bagi warga Baru Ilir, lomba CGH tidak hanya menjadi ajang penilaian lingkungan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta membangun kebiasaan hidup sehat.
Dengan demikian, semangat yang dibangun melalui program CGH diharapkan tidak berhenti setelah penilaian selesai. Sebaliknya, kebiasaan menjaga lingkungan dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. (dan)
Tulis Komentar